Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur: Ribuan Jamaah Diperkirakan Hadir, Mengusung Tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”
www.tintadigitalnews.com-Kami Rindu Gus Dur ketika Carut marut negri ini kami merindukan sosok Gus Dur kami menunggu kabar haul Gus Dur Alhamdulillah, Informasi mengenai pelaksanaan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden Indonesia Ke 4, Sekaligus ketua PBNU priode 1984-1999 di Ciganjur kabar ini Tim redaksi memperoleh informasi yang dibagikan oleh Siswanto, salah satu penggiat komunitas Gusdurian Jakarta. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa peringatan haul akan digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025 di kediaman Gus Dur, Jl. Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”, sebuah pesan yang sangat identik dengan perjuangan Gus Dur semasa hidupnya. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil adalah inti dari pemikiran dan tindakan Gus Dur.
Deretan Tokoh yang Hadir
Sejumlah tokoh nasional, ulama, serta keluarga besar Gus Dur dijadwalkan hadir, di antaranya:
- Ibu Nyai Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
- Prof. Dr. Mahfud MD
- KH. Ubaidullah Shodaqoh
- KH. Muadz Thohir
- KH. Abdul Hakim Mahfudz
- Cak Kirun
- Alissa Wahid
- Yenny Wahid
- Anita Wahid
- Inaya Wahid
- Amin-Sarip Abioso
- Azzam Nur Mukjizat
- Miftah Farid
- Aurora Maica Madura
- Shoutul Munawwaroh
- Budi Cilok
Acara dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, terbuka untuk umum, dan disiarkan langsung melalui TV9 Nusantara. Panitia juga menyediakan juru bahasa isyarat sebagai bentuk komitmen inklusivitas sesuai nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur.
Kisah dan Warisan Gus Dur
Gus Dur dikenang sebagai sosok pembela kaum lemah dan palang pintu demokrasi Indonesia. Dalam biografi resmi PBNU, “Gus Dur: The Authorized Biography” karya Greg Barton, dijelaskan bahwa Gus Dur sejak muda telah menunjukkan keberanian melawan ketidakadilan.
Pada masa pemerintahannya, Gus Dur mengambil keputusan bersejarah dengan mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik. Keputusan ini menjadi tonggak besar dalam pemulihan hak-hak warga keturunan Tionghoa di Indonesia.
Berdasarkan catatan Komunitas Gusdurian, Gus Dur juga dikenal karena keteguhannya membela korban pelanggaran HAM seperti keluarga korban Tragedi 1965, masyarakat adat, dan kelompok agama minoritas. Salah satu prinsip Gus Dur yang paling terkenal adalah: “Tidak penting apa agamamu. Kalau kamu bisa berbuat baik, kamu adalah orang baik.”
Momen Tahunan yang Selalu Dipadati Jamaah
Haul Gus Dur setiap tahun selalu dipadati ribuan jamaah dari berbagai daerah. Selain sebagai momen doa bersama, acara ini juga menjadi ruang refleksi nasional untuk meneguhkan kembali nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan keberagaman yang diwariskan Gus Dur.