"KEJAHATAN DUNIA MALAM: Pengemudi Ojek Online Grab Hampir Dibegal Pelanggan"
www.tintadigitalnews.com - Sawangan, Perbatasan Bogor, 4 Desember 2025 - Seorang pengemudi ojek online aplikasi Grab bernama Bang Salam mengalami kejadian mengerikan saat hampir menjadi korban begal oleh salah satu pelanggannya di wilayah Sawangan, perbatasan Bogor. Beruntung, ia berhasil lolos dari ancaman tersebut berkat bantuan cepat dari warga sekitar yang membuat pelaku kabur.
Kronologi Kejadian Malam Hari
Berdasarkan kronologi yang dibagikan oleh Bang Salam (sang Driver Online sampingan) melalui percakapan pribadi, kejadian tersebut terjadi pada malam hari tanggal 4 Desember 2025. Saat itu, ia sedang mengantar penumpang ke titik akhir sesuai aplikasi Grab. Namun, saat tiba di lokasi, penumpang tersebut tiba-tiba mengacungkan pisau kecil ke arah perutnya.
Bang Salam mengatakan bahwa pelaku membawa pisau kecil yang disimpan di tas dan langsung mengancamnya. Namun, ia tidak panik dan segera meminta bantuan kepada warga sekitar yang sedang berkumpul di dekat lokasi. "Minta tolong sama warga sekitar tadi pas di sana," katanya. Akibatnya, pelaku yang melihat situasi mulai ramai langsung kabur dengan cepat.
Detail Lokasi dan Waktu
Insiden ini terjadi di sebuah gang sepi di Sawangan, yang dikenal sebagai area perbatasan antara Bogor dan Jakarta. Bang Salam, yang telah bekerja sebagai driver Grab selama tiga tahun,untuk sampingan pulang kerja aja, biasanya menghindari rute malam hari, namun pesanan tersebut datang saat ia sedang dalam perjalanan pulang. Menurutnya, lokasi tersebut sering kali minim penerangan, sehingga menjadi titik rawan kejahatan.
Reaksi dan Kesaksian dari Korban
Dalam percakapan tersebut, temannya bertanya apakah pelaku membawa senjata tajam, dan Bang Salam mengonfirmasi bahwa pisau tersebut kecil dan disimpan di tas. Ia juga menyebutkan bahwa pelaku kemungkinan besar adalah orang lokal atau memang dia sudah hafal wilayah sekitar daerah tersebut. "Kayanya kang," jawabnya saat ditanya tentang asal pelaku.
Bang Salam mengaku bahwa ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Grab dan masyarakat setempat. Ia juga berbagi bahwa insiden serupa pernah terjadi di daerah sekitar, di mana beberapa driver lain mengalami ancaman serupa. "Ini bukan pertama kali, tapi alhamdulilah ane bisa minta tolong," ujarnya.
Dampak Psikologis pada Pengemudi
Sebagai pengemudi ojol, Bang Salam mengatakan bahwa kejadian ini membuatnya lebih waspada. Ia sekarang selalu memeriksa rating dan foto penumpang sebelum menerima pesanan, serta menghindari lokasi sepi di malam hari. Psikolog dari Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Ihsanul Ulumuddin S.Pd BK, mengatakan bahwa pengemudi ojol sering kali menghadapi stres tinggi karena risiko keamanan. "Mereka perlu dukungan mental, seperti hotline atau aplikasi pelaporan cepat," katanya.
Saran Keamanan untuk Pengemudi Ojol
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengemudi ojek online untuk selalu waspada, terutama saat mengantar penumpang ke lokasi sepi. Polisi setempat diimbau untuk meningkatkan patroli di daerah rawan kejahatan seperti Sawangan, perbatasan Bogor. Sementara itu, aplikasi Grab diminta untuk memperketat verifikasi identitas penumpang guna mencegah insiden serupa.
Saran kami untuk para pengemudi untuk selalu membawa alat pertahanan diri seperti spray cabe atau alarm. "Jangan ragu minta bantuan warga atau polisi jika merasa terancam," tambahnya. Di Indonesia, kasus begal terhadap driver ojol telah meningkat 20% dalam dua tahun terakhir, menurut data dari Kementerian Perhubungan.
saran untuk Pemerintah
Pemerintah Provinsi khususnya Jawa Barat harus menambah lampu jalan di area perbatasan untuk mengurangi titik buta. Bang Salam sendiri mengaku bersyukur atas keamanannya dan berterima kasih kepada warga yang telah membantu. "Allhamdulilah aman kang," tutupnya.
Sumber: Percakapan pribadi Bang Salam dengan Boy Panca Mangkubumi (dengan izin untuk dipublikasikan). Data keamanan dari Kementerian Perhubungan RI.
