"Mengenang Tujuh Hari Wafatnya: Baba Napah Rusiah bin Iyat, Guru Besar MS Jalan Enam Pengasinan"
Oleh: Redaksi Tinta Digital News
Sumber: Arsip Perguruan MS Jalan Enam Pengasinan & IPSI
| Pengasinan
www.tintadigitalnews.com — Tujuh hari telah berlalu sejak berpulangnya ke rahmatullah Baba Napah Rusiah bin Iyat, Guru Besar Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan. Almarhum wafat pada Jumat, 12 Desember 2025, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, murid, serta komunitas pencak silat di wilayah Depok, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai guru sepuh yang konsisten menjaga kemurnian ajaran, adab, serta nilai-nilai luhur pencak silat tradisional. Dedikasi beliau tidak hanya tercermin dalam penguasaan teknik bela diri, tetapi juga dalam pembinaan karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial para muridnya.
Salah satu murid yang dikenal luas adalah Delima Bungsu Andy, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang Selatan. Hubungan guru dan murid tersebut menjadi bagian penting dalam kesinambungan ajaran MS Jalan Enam Pengasinan di era modern.
“Almarhum bukan hanya mengajarkan jurus, tetapi menanamkan adab, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap tradisi pencak silat.”
Perguruan MS Jalan Enam Pengasinan merupakan perguruan pencak silat tradisional yang berasal dari wilayah Pengasinan, Sawangan, Depok, dan telah berkembang sejak tahun 1978. Perguruan ini dikenal sebagai salah satu penjaga aliran silat lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Betawi–Depok.
Secara historis, ajaran Jalan Enam berakar dari pengalaman seorang pendekar berinisial M yang dipahami sebagai Misar. Beliau meramu enam unsur gerak dari berbagai gaya silat menjadi satu rangkaian jurus khas yang kemudian dikenal sebagai “Jalan Enam”.
Pada 16 Februari 1978, perguruan ini berdiri secara organisatoris, dan selanjutnya memperoleh pengakuan resmi dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) pada 10 Januari 1982, sebagai perguruan pencak silat yang sah dan terdaftar secara nasional.
Nama “MS” merupakan inisial dari dua tokoh penting, Misar dan Siban, yang berperan besar dalam pengembangan jurus serta penyebaran ajaran Jalan Enam. Inisial ini menjadi identitas historis yang terus dijaga hingga kini oleh generasi penerus.
Selain pembinaan teknik bela diri, MS Jalan Enam Pengasinan menanamkan nilai disiplin, keberanian, etika sosial, serta tanggung jawab bermasyarakat. Perguruan ini juga aktif mengikuti kegiatan pencak silat modern, kejuaraan resmi, dan kegiatan sosial, tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Kepergian almarhum Napah Rusiah bin Iyat menjadi kehilangan besar, namun ajaran dan keteladanan beliau tetap hidup melalui para murid dan generasi penerus perguruan. Dalam peringatan tujuh hari wafatnya, keluarga besar perguruan memanjatkan doa terbaik.
Semoga almarhum husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Al-Fatihah.