"Gelombang Spiritual dalam Agenda Ijtima' Ulama Dunia di Lampung: Kisah Haru Ibu Laila Menyaksikan Pertemuan Akbar yang Menenteramkan"
www.tintadigitalnews.com Kota Baru Lampung Selatan Provinsi Lampung menjadi saksi pertemuan keagamaan berskala besar pada 28–30 November 2025. Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia dan ratusan tamu dari mancanegara berkumpul dalam sebuah majelis dakwah yang berlangsung tenang, tertib, dan mengharukan.
Namun di balik kemegahan itu, terdapat sebuah kisah sederhana dari seorang ibu shalihah, Ibu Laila, Ketua Majelis Al-Quraniyah Pardasuka, yang datang bukan sebagai peserta acara—melainkan karena niat membantu ibu-ibu jamaah di kampungnya untuk menjemput menantu mereka yang mengikuti kegiatan tersebut.
Perjalanan Sederhana yang Menjadi Pengalaman Spiritual
Saat seorang ibu di majelis meminta bantuan, Ibu Laila dengan sigap mengantar mereka menuju kawasan Kota Baru. Ia tidak sedikit pun membayangkan bahwa perjalanan itu akan membawanya pada suasana yang membekas dalam hati.
“Saya hanya ingin membantu. Tapi yang saya lihat di sana… subhanallah, manusia sebanyak itu, dan semuanya tertib,” ujar Ibu Laila.
Video Suasana Perjalanan
Panorama Jamaah yang Luar Biasa Tenang
Sesampainya di lokasi, Ibu Laila melihat rombongan jamaah dari berbagai latar belakang. Ada yang datang dari Jawa Tengah, Bandung, Kalimantan, berbagai provinsi Sumatera, hingga tamu dari Malaysia, Brunei, Pakistan, dan negara-negara lain. Tidak ada keributan, tidak ada suara tinggi—hanya kalimat thayyibah yang terdengar dari setiap arah.
Meski menurut pengamatan mata Ibu Laila jumlahnya tampak “seperti lautan manusia”, ia menyampaikannya sebagai ungkapan takjub, bukan klaim statistik. Jalanan penuh, namun hati terasa lapang.
Antrean Panjang yang Dipenuhi Kesabaran
Untuk mencapai titik penjemputan, Ibu Laila menunggu hampir empat jam. Meski begitu, suasananya tetap tertib dan sejuk di hati. Tidak ada yang saling mendahului, tidak ada yang berkeluh kesah.
Ia sempat mencari tempat tersembunyi untuk makan siang karena wilayah utama kegiatan diperuntukkan bagi jamaah laki-laki demi menjaga adab majelis. “Walau panas, semua terasa ringan saja,” ungkapnya.
Dukungan Donatur dan Fasilitas yang Mengalir Deras
Yang membuat Ibu Laila semakin takjub adalah kemurahan hati para donatur. Air mineral diangkut menggunakan truk-truk besar, tersedia di berbagai titik acara untuk para jamaah. Selain itu, coffee break gratis ditawarkan di mana-mana oleh relawan dan warga sekitar tanpa pamrih.
Pemerintah Provinsi Lampung juga memberi dukungan penuh melalui layanan keamanan, lalu lintas, dan bantuan fasilitas.
Hadirnya Ulama Terkemuka dari India
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh ulama internasional yang dihormati, Hazrat Maulana Sa’ad DB, sosok yang memiliki garis keturunan dari pendiri gerakan dakwah besar di India. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang menekankan kesederhanaan, dakwah lemah lembut, serta pentingnya memperbaiki diri melalui amal dan akhlak.
Bayan yang beliau sampaikan diterjemahkan oleh Ustadz Aly Mahfudzi, penerjemah resmi dalam majelis-majelis berskala besar.
Kehadiran Tokoh Nasional dalam Kesederhanaan
Sejumlah tokoh publik Indonesia tampak hadir tanpa protokoler, duduk bersama jamaah lainnya, di antaranya: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, sertaAnies Baswedan, Ustadz Derry Sulaiman, Dide Hijau Daun, serta Boy Hamzah. Semuanya hadir duduk membaur bersama semua jama'ah.
Perjalanan Pulang yang Penuh Renungan
Setelah menantu salah satu jamaah akhirnya dijemput, Ibu Laila merasakan kedamaian berbeda yang sulit ia jelaskan.
“Niat saya cuma membantu, tapi Allah beri saya pengalaman yang membuat hati seperti dicuci,” tuturnya.
Baginya, perjalanan itu bukan sekadar tugas antar-jemput, tetapi momen yang membuka mata dan menambah lembut hati.


